PERDA PERUSDA POLIMA DITETAPKAN

Pemerintah Kota Baubau bersama DPRD Kota Baubau resmi menandatangani Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perusda Polima sebagai Peraturan Daerah (Perda). Penandatanganan persetujuan dilangsungkan dalam rapat paripurna di kantor DPRD Kota Baubau, Jum'at 14 Februari 2020.

Sidang paripurna persetujuan yang dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse ini dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Baubau, H. Zahari didampingi Wakil Ketua DPRD Baubau, H. Kamil Adi Karim dan La Ode Nasiru dan sejumlah Anggota DPRD Baubau lainnya.

Hadir pula dalam sidang, sejumlah unsur Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Baubau.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse sangat berterima kasih atas dedikasi seluruh unsur DPRD Kota Baubau atas penetapan perda tersebut. Ia menilai perda ini telah melalui pembahasan yang cukup panjang.

Kata La Ode Ahmad Monianse, lembaga ini hadir untuk mengelola aset yang dibangun pemerintah daerah yang kelanjutan pengelolaannya tidak bisa dilakukan aparat pemerintah.

"Misalnya kawasan parkir yang dibangun perhubungan, beberapa sarana gedung yang bisa dijadikan ruang pertemuan dan lainnya yang perlu pengelolaan dan pemeliharaan," katanya.

Pemerintah daerah berpandangan seluruh aset itu harus dikelola sebuah lembaga yang berorientasi bisnis. Namun dalam koridor bukan mencari keuntungan tapi lebih kepada pengelolaan yang hasilnya bisa membiayai pemeliharaannya sendiri.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai kehadiran Perusda ini akan sangat menguntungkan daerah. Apalagi bila dikelola secara profesional maka aset daerah akan mendapatkan profit yang lebih besar.

"Saya kira semua item didalam perda itu akan kita maksimalkan semua. Baik itu pengelolaan parkir, pasar, wisata, dan lainnya," katanya.

Ketua DPRD Kota Baubau, H. Zahari menambahkan, kehadiran Perusda Polima ini akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Baubau. Hal inilah yang menjadi penyemangat sehingga perda Perusda ini ditetapkan.

Ia pun optimis perusda ini akan eksis pada 2020 ini. Apalagi saat ini pihaknya juga tengah menggenjot Raperda penyertaan modal untuk Perusda itu.

"Semoga kita berdoa semua, Maret ini (Penyertaan modal) akan rampung," katanya.

Politisi Golkar ini menjelaskan, terdapat enam bidang berdasarkan hasil kajian akademis untuk mengawali terbentuknya Perusda di Baubau.

Diantaranya, pengelolaan gedung Maedani, pasar Wameo dan Islamic Center, Kotamara dan pantai Kamali, pelabuhan Murhum dan jembatan batu dan rencana pembuatan SPBU.

"Kemarin juga sudah kami sudah sampaikan ke pemerintah masalah penyeleksian pimpinan direksi perusda kedepan. Sebisanya dilibatkan juga dengan DPRD agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan bersama," katanya.

Ia pun berharap Perusda Polima ini bukan hanya eksis pada periode ini. Namun bisa terus berlanjut pada waktu mendatang siapapun pimpinan daerah kedepan.Sumber Bidang Kominfo

  • By Admin Portal
  • Jumat 02 2020
  • 56
  • BERITA

Komentar

Media heading 5 hours ago / Reply

Donec id elit non mi porta gravida at eget metus. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus. Etiam porta sem malesuada magna mollis euismod. Donec sed odio dui.



Tinggalkan Komentar

Mohon berkomentarlah dengan sopan dan santun serta tidak mengandung unsur SARA, isi komentar adalah tanggungjawab penulis komentar