PEMKOT BAUBAU SIAPKAN 0,5 HEKTAR LAHAN PEMBANGUNAN GEDUNG BNN

BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyediakan lahan seluas 0,5 Hektar (5000 m2) untuk pembangunan gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal ini disampaikan oleh wakil Wali kota Baubau La Ode Ahmad Monianse pada rapat kerja Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di hotel Galaxy INN, Rabu (14/10/2020).

Menurut Monianse, pihaknya telah melaksanakan instruksi presiden Nomor 2 tahun 2020. Diantaranya melaksanakan tes urine  yang dimulai dari Walikota dan Wakil Walikota serta pejabat eselon dua hinga staf. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan operasi di tempat-tempat hiburan malam. 

“Kita juga telah membentuk relawan anti narkoba, ini merupakan bentuk komitmen kita untuk memberantas narkoba ini. Dan Kita juga telah menyediakan lahan seluas 5000 meter bujur sangkar untuk relokasi gedung kantor BNN yang nantinya didalam lahan itu akan ada pusat rehabilitasi” ujarnya.

Ditambahkan Monianse, Pemkot Baubau saat ini telah membentuk tim terpadu P4GN yang diketuai oleh Wali kota Baubau Dr. H. As. Tamrin, MH., yang dinamai Kelurahan Bersinar. Tim terpadu tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali kota Baubau Nomor 527/2019 di lima kelurahan. Yaitu Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kelurahan Wale, Kelurahan Lanto, Kelurahan Wameo, dan Kelurahan Sulaa.

“Penetapan lima kelurahan ini sudah berdasarkan pertimbangan obyektif bahwa di lima kelurahan ini potensi terjadinya transaksi sangat besar. Untuk mencegah semua itu, tim kita telah melakukan langkah-langkah presuasif dengan mengaktifkan RT RW. Jika dimasyarakat terdeteksi akan adanya transaksi kita juga sudah persiapkan seperti apa model pelaporannya. Ini kita lakukan agar ruang-ruang yang berpotensi akan adanya transaksi dapat di persempit", ungkapnya.

Orang nomor dua di kota Baubau ini mengakui, Narkoba merupakan ancaman serius. Pasalnya, berdasarkan data BNN pusat, ada 72 sindikat internasional yang bekerja untuk menjalankan aksinya dengan memanfaatkan situasi bangsa yang tengah dilanda pandemi covid-19. Menurunya, dengan situasi pandemik ini para bandar dan pengedar akan lebih leluasa dalam melakukan trasaksi jual beli.

"Bisa dilihat di era pandemik Coran ini, di saat bisnis lain berhenti karna Corona, Justru pengedaran Narkoba semakin meningkat. Terbukti ada beberapa artis tertangkap tangan dengan kasus Narkoba di era pandemi Corona ini," beber Monianse.

Untuk itu, Monianse melalui rapat kerja P4GN dengan 5 kepala Daerah lingkup wilayah kerja BNN kota Baubau, mengajak para peserta rapat agar meningkatkan sinergitas, dengan kerja nyata untuk menyelamatkan generasi muda Bangsa dari ancaman Narkoba. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghadang para bandar agar tidak mudah menyuplai Narkoba.

"Saya kira kondisi inilah yang menjadi perhatian kita bersama. Komitmen tidak cukup, kita harus wujudkan dengan kerja nyata. Karena apapun konsep yang dimuat dalam banyak hal aturan kesepakatan, kalau tidak di kerjakan secara nyata itu tidak berpengaruh apa-apa", Tandasnya.

Lebih lanjut Monianse mengungkapkan, dlihat dari data BNN pusat umur 15 sampai dengan 64 tahun, kurang lebih 3,6 juta sudah terpapar Narkoba. 27% diantaranya adalah anak umur sekolah  SMA dan SMP yang terjadi diseluruh wilayah Indonesia diantaranya Kota Baubau.

Rapat kerja tersebut, dipimpin langsung oleh kepala BNN Propinsi Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Drs. Ghiri Prawijaya, M.Th. Turut hadir Wakil Bupati Buton Iis Eliyanti serta Sekda Buton Ir La Ode  Zilfar Djafar, M.Si, Sekda Buton Tengah Kostantinus Bukide, SH, M.Si, Asisten I Pemkot Baubau Drs Rahmad Tuta, M.Si serta perwakilan Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton Selatan  dan Kabupaten Buton Tengah. (**)

 

Penulis           : RAZAK
Fotografer     : AAT
Redaktur        : MUH SAID IDU (Kabid IKP KOMINFO Baubau) 
Produser        : DINAS KOMINFO BAUBAU
Penanggung Jawab : Drs. SADARMAN, M.Si (Kepala Dinas KOMINFO Baubau)
  • By Admin Portal
  • Jumat 10 2020
  • 81
  • BERITA

Komentar

Media heading 5 hours ago / Reply

Donec id elit non mi porta gravida at eget metus. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus. Etiam porta sem malesuada magna mollis euismod. Donec sed odio dui.



Tinggalkan Komentar

Mohon berkomentarlah dengan sopan dan santun serta tidak mengandung unsur SARA, isi komentar adalah tanggungjawab penulis komentar