28 OKTOBER 2020, PEMKOT BAUBAU GELAR GORANA OPUTA

BAUBAU - Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akan menggelar malam Gorana Oputa pada Rabu malam 28 Oktober 2020. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat ditemui di rumah jabatannya Jum’at malam (23/10/2020).

La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, penetapan malam Gorana Oputa, berdasarkan hasil keputusan musyawarah Perangkat Masjid Agung Keraton (Sara Kidina). Hasil musyawara tersebut disampaikan langsung oleh tiga orang perwakilan dari Sara Kidina, dirumah jabatannya pada Jum’at pagi tgl. 23 Oktober 2020. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi oleh Kabak Protokoler Sekda Kota Baubau Eko Prona Jaya.

“Sebagaimana biasanya tiap tahun, dalam memasuki bulan Maulid kita selalu menyelenggarakan ritual Gorana Oputa. Dan sebelum penyelenggaraan, dari Sara Kidina selalu menyampaikannya langsung pada bapak Wali Kota. Tapi karena pak Wali masi berangkat jadi mereka menemui saya untuk menyampaikan hal itu. Nanti Pak Wali tiba di Baubau baru saya laporkan pada beliau”, ungkapnya.

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menambahkan, malam Gora Oputa merupakan warisan budaya leluhur yang harus dipelihara dan dijaga. Pasalnya, selain memiliki nilai budaya, tradisi Gorana Oputa juga sarat dengan nilai-nilai Religius. Untuk itu, ia berharap agar tradisi Gorana Oputa ini tidak tenggelam seiring dengan perkembangan zaman.

“Kita berharap tradisi ini akan terus dijaga dan dipelihara oleh generasi penerus kita dimasa yang akan datang. Karena tradisi ini mengajarkan kita banyak hal dalam sendi-sendi kehidupan. Lagipula ini berkaitan dengan hari kelahiran Nabi Besar kita Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Dimana pada diri Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam terdapat suri teladan yang baik dan wajib kita ikuti”, imbuhnya.

Terkait dengan protokol kesehatan, Orang nomor dua di kota Baubau ini menjelaskan, pelaksanaan Gorana Oputa tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, penerapan protokol kesehatan harus diutamakan. Namun ia dapat memastikan, protokol kesahatan tersebut tidak akan mengurangi nilai kesakralan ritual Gorana Oputa ini.

Sebagaimana biasanya, tradisi Gorana Oputa setiap tahun diselenggarakan dirumah jabatan Wali Kota Baubau sebagai pertanda dimulainya haroa Maludu. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1538 pada masa pemerintahan Sultan Murhum. Dimana pada masa itu, tradisi ritual Gorana Oputa ini dilaksanakan secara sederhana.

Pada tahun 1629 Masehi dimasa Sultan Dayanu Ikhsanuddin, tradisi ini ditetapkan sebagai peringatan awal Maulid (Maludu). Tradisi ritual Gorana Oputa ini dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal oleh Sultan bersama perangkat Masjid Agung Keraton (Sara Kidina). Gorana Oputa ini bermakna sebagai Munajjad Sultan, dimana sultan memohon kepada Allah SWT agar rakyatnya selalu terhindar dari segala musibah dan bencana.

Karena begitu penting dan sakralnya ritual ini, sehingga setiap sultan selalu melaksanakan tradisi ini, yang kemudian diiukuti oleh masyarakat dengan mengadakan haroa Maludu di rumah masing-masing. Walaupun kesultanan buton sudah tidak ada, namun tradisi ini terus dilaksanakan. Wali Kota Baubau sebagai manifestasi dari kesultanan terus melakukan tradisi ini setiap tahunnya. (**)

Penulis            : RAZAK
Fotografer      : FOTO ISTIMEWA
Redaktur       : MUH SAID IDU (Kabid IKP KOMINFO Baubau)
Produser         : DINAS KOMINFO BAUBAU
Penanggung Jawab : Drs. SADARMAN, M.Si (Kepala Dinas KOMINFO Baubau)

  • By Razak, S.Pd.
  • Sabtu 10 2020
  • 54
  • BERITA

Komentar

Media heading 5 hours ago / Reply

Donec id elit non mi porta gravida at eget metus. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus. Etiam porta sem malesuada magna mollis euismod. Donec sed odio dui.



Tinggalkan Komentar

Mohon berkomentarlah dengan sopan dan santun serta tidak mengandung unsur SARA, isi komentar adalah tanggungjawab penulis komentar